Powered By Blogger

Rabu, 20 Januari 2010

Macam-macam Sumur pemboran



Ada berapa macam jenis sumur ?

Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur :
Pertama, sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk menentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan.
Ketiga, sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.

Istilah persumuran lainnya :

* Sumur produksi : sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.
* Sumur injeksi : sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi (lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas ke bawah.
* Sumur vertikal : sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.

www.duniamigas.com
* Sumur berarah (deviated well, directional well) : sumur yang bentuk geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.
* Sumur horisontal : sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal. Merupakan bagian dari sumur berarah.

Peranan dan Manfaat Ekplorasi Hidrokarbon



Hidrokarbon merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai peranan dapat meningkatkan kemajuan Bangsa Indonesia khususnya pada eksplorasi MIGAS. Manfaat hidrokarbon sangatlah banyak sekali, tapi sayangnya juga banyak efek negatifnya. Kegiatan ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi merupakan kegiatan yang sangat penting di dalam dunia industri perminyakan, dimana umumnya setelah kegiatan eksplorasi dilaksanakan dan apabila ditemukan kandungan minyak bumi yang cukup komersial, maka kegiatan itu akan dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi tersebut. Namun kegiatan eksplorasi tidak berhenti melainkan terus berjalan seiring dengan kegiatan eksploitasi yang dilaksanakan dengan harapan dapat dilakukan pengembangan zona hidrokarbon yang lebih luas ataupun kearah yang lebih dalam pada sumur pemboran. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ini membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit jumlahnya.


Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data yang akurasiya berkualitas tinggi. Disetiap survey bawah permukaan yang nantinya mampu memberikan gambaran-gambaran tentang keadaan dibawah permukaan daerah tersebut. Salah satu data yang dapat diperoleh pada saat kegiatan ini adalah data Well Logging, dimana data ini memberikan hasil rekaman dari kedalaman lapisan bawah permukaan, serta dapat membantu menggambarkan urutan litologi batuan pada setiap lubang bor. Data disajikan dalam bentuk kurva-kurva log yang dapat menggambarkan sifat dan karakteristik batuan yang berada di bawah permukaan (subsurface). Selain itu kurva-kurva ini juga dapat menginformasikan peranan dan manfaat jenis fluida yang terkandung pada batuan itu. Untuk memahami kurva-kurva tersebut, seorang geophysicsist dan geologist dituntut untuk dapat mengungkapkan keberadaan dari Hidrokarbon yang terkurung dibawah permukaan bumi.

Hingga kini belum ada penyelesaiaan lain selain mengebor suatu sumur untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon dibawah tanah, setiba di lapangan sumur, para operator logging meluruskan letak kendaraan logging segaris dengan sumbu sumur, menggelarkan kabel logging melalui roda katrol bawah dan atas, dan menyambungkan alat alat logging. Insinyur logging melakukan pemeriksaan dan kaliberasi permukaan, kemudian rangkaian logging alat logging diturunkan kedasar sumus secepat mungkin dengan pertimbangan kondisis sumur. Setelah sampai didasar sumur, kalibrasi alat sekali lagi dilakukan, skala skla pembacaan diatur, dan kabel logging mulai ditarik keluar, maka mulailah proses logging. Kecepatan survey diatur konstan antara 1800 s/d 6000ft/hr, tergantung jenis alat logging.

Pada saat mengadakan pemboran dan selama pemboran berlangsung, selalu melibatkan lumpur pemboran yang sering disebut sebagai mud drilling ,yang mempunyai tekanan hidrostatis lebih besar dari pada tekanan formasi pada kedalaman tertentu. Hal ini dipergunakan untuk Menstabilkan tekanan formasi yang ada di bawah permukaan, dimana tekanan lumpur yang ada di dalam annulus (Pm) harus dijaga agar selalu lebih besar dari tekanan hidrostatik cairan di dalam pori-pori formasi (Pr) guna menghindari terjadinya blow out. Blow out ini merupakan salah satu akibat tidak seimbangnya tekanan formasi dengan tekanan lumpur pemboran dimana tekanan formasi (Pr) lebih besar daripada tekanan lumpur pemboran (Pm), sehingga lumpur didesak kembali keluar oleh tekanan formasi yang menyebabkan terjadinya semburan dari dalam lubang bor. Sedangkan jika perbedaan tekanan Pm dan Pr dimana Pm lebih besar daripada Pr yang biasanya beberapa ratus psi, akan mendesak cairan pemboran ke dalam formasi, sehingga partikel-partikel padat lumpur tertahan pada formasi di dinding lubang pemboran dan membentuk kerak lumpur (mud cake) yang mengakibatkan diameter lubang bor lebih kecil daripada diameter sebenarnya (diameter pahat bor). Selain itu sebagai pelumas mata bor, peredam panas saat berlangsungnya pengeboran.

Cairan yang menembus mud cake yang biasanya disebut filtrasi lumpur (mud filtrate) ini, akan melewati formasi dan mendesak kembali cairan reservoir ke arah dalam formasi sehingga membentuk daerah-daerah yang berisi mud filtrate dan cairan reservoir yang dikenal dengan zona rembesan. Tingkat filtrasi lumpur ini dapat dibaca dari catatan air yang hilang (water loss) pada kepala log (log heading) dalam satuan cc. Kemudian Prinsip kerja metoda induksi ini adalah berupa sonde yang terdiri dari 2 set kumparan yang disusun dalam batangan fiberglass non konduktif. Dalam hukum fisika diketahui jika sebuah kumparan dialirkan arus listrik bolak-balik, maka akan timbul suatu arus dalam kumparan tersebut. Arus listrik yang mengalir dalam kumparan alat induksi ini menimbulkan medan magnet di sekelilong sonde yang menghasilkan arus Eddy (Eddy Current). Arus Eddy sendiri pada gilirannya akan menghasilkan medan magnet yang dapat dideteksi oleh kumparan penerima.

Besarnya kekuatan arus pada penerima ini akan sebanding dengan arus Eddy dan juga akan sebanding dengan induktivitas formasi. Pada dasarnya, peranan fungsi arus listrik dapat dengan mudah melewati formasi jika formasi tersebut mengandung fluida dan hidrokarbon yang bersifat konduktif dan memiliki manfaat besar. Apapun permasalahannya, penemuan sumber energi baru baik dari fosil maupun non-fosil dapat segera terselesaikan. Sehingga krisis energi di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya tidak berlarut-larut. Sehingga permasalahan ini tidak akan menghasilkan dampak krisis sosial yang negatif yang mana pada akhirnya akan mempengaruhi seluruh segi bidang kehidupan termasuk dalam hal pembukaan lowongan cari kerja baru untuk masyarakat.

go-kerja.com/peranan-hidrokarbon-dan-global-warming/ -

Penyebab Lumpur Lapindo



Teori Richard Davies, geolog asal Universitas Durham, Inggris, tentang lumpur Lapindo, terbantahkan. Davies sebelumnya berpendapat lumpur disebabkan prosedut kegiatan eksplorasi yang tak layak. Dia menilai pengeboran gas Banjar Panji-1 tak memenuhi syarat kelayakan.
Banyak pihak yang menjadikan penelitian Davies sebagai pijakan berpikir dan bertindak. Lapindo nyaris tersudut. Padahal, letusan lumpur, menurut penelitian sebagian besar ilmuwan dari berbagai negara, disebabkan gempa bumi yang pernah melanda Yogyakarta dan sekitarnya.
Kesimpulan penelitian itu terungkap dalam dua laporan terbaru yang dipaparkan dalam acara komunitas ilmuwan geolog di Cape Town, Afrika Selatan. Mereka menyimpulkan bahwa bencana letusan lumpur Sidoarjo bukan dipicu kegiatan pengeboran.

www.migasindonesia.net

15 Cekungan di Indonesia Hasilkan Minyak



Dari sekira 60 cekungan yang ada di Indonesia saat ini, sekira 12-15 di antaranya terbukti telah menghasilkan minyak, gas, serta barang tambang lainnya."Cekungan yang ada sekarang ini adalah 60 buah. Sekira 12-15 di antaranya terbukti telah menghasilkan minyak," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, seusai menghadiri Launching Peta & Seminar Gaya Berat Indonesia, di Kantor Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (2/12/2008).Untuk itu, dia mengharapkan agar pada 2009 mendatang dapat ditemukan cekungan baru. "Tidak hanya 60 cekungan yang sekarang ini," katanya.Purnomo mengakui, eksplorasi untuk migas dan barang tambang lainnya sangat terbantu dengan adanya hal tersebut, yakni metode geofisika dan geologi dalam penerapannya untuk menemukan cekungan tersebut.Sekadar diketahui, berdasarkan hasil penelitian sejak April 2008, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menemukan 20 cekungan sedimen baru yang berpotensi menghasilkan sumber minyak bumi.20 cekungan tersebut terdiri dari tujuh cekungan baru (new basin) dan 13 cekungan mofikasi.New basin merupakan cekungan sedimen tersier baru yang memiliki kandungan minyak. Ketujuh cekungan tersebut terletak di Bangka Barat, Bangka, Natuna Selatan, Kendilo, Sangihe, Cendrawasih, dan Wetar.Sementara cekungan mofikasi (modified basin) merupakan daerah yang telah mengalami penghalusan garis batas cekungan dan memiliki lebih dari satu sumber di dalam satu kawasan.Sebelumnya Indonesia telah memiliki 66 cekungan sumber minyak yang telah ditemukan sejak 1985. Kendati demikian baru 17 cekungan yang sudah berproduksi. Sebanyak 39 cekungan masih dalam tahap ekplorasi dan sisanya baru terdeteksi sebagai cekungan sedimen tersier biasa. Ada indikasi kandungan minyak tapi masih perlu pembuktian lanjutan.

http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/02/277/169784/15-cekungan-di-indonesia-hasilkan-minya

Prinsip Kerja seismograph



Sebuah seismograf, atau Seismometer, adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam gempa bumi. Umumnya, terdiri dari massa yang melekat pada dasar yang tetap. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat.

http://asyafe.wordpress.com/category/all-about-seismic/

20 Cekungan Minyak Bumi Ditemukan



Bandung-Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) melakukan pemutakhiran peta cekungan minyak bumi di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian sejak April 2008 berhasil diidentifikasi sebanyak 20 cekungan minyak bumi baru di Indonesia.Pembuatan peta cekungan minyak bumi di Indonesia terakhir kali dilakukan IAGI pada tahun 1985. Saat itu secara keseluruhan ada sebanyak 87 cekungan minyak bumi di Indonesia. “Dari hasil pemutakhiran yang dilakukan sejak April Tahun 2008, tim IAGI berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 cekungan minyak bumi baru di Indonesia,” kata Sekjen IAGI Ridwan Djamaluddin. Mayoritas cekungan minyak bumi baru ini berada di wilayah Indonesia Timur.Menurut Ridwan yang ditemui di sela-sela pelaksaan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAGI di Bandung, Selasa (26/8), cekungan minyak baru ini tidak hanya ada di daratan. Ada beberapa cekungan minyak baru yang diidentifikasi berada di lautan lepas.Belum dapat dipastikan berapa banyak kandungan minyak bumi yang tersimpan dalam 20 cekungan minyak bumi tersebut. Hasil identifikasi IAGI ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum dilakukan eksplorasi. “Tapi bisa juga tidak ada kandungan minyak buminya. Semua itu masih membutuhkan penelitian sebelum dieksplorasi,” kata Ridwan.Dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan 2008 ini IAGI membahas berbagai masalah. Mulai dari sumber energi, tata ruang, mitigasi bencana hingga pelestarian lingkungan. Menurut Ridwan ahli geologi tak hanya memikirkan eksplorasi kekayaan bumi berupa mineral sematantara.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0808/27/eko06.html

Pemboran



Operasi pemboran merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan. Sebelum operasi pemboran dapat dilaksanakan, pertama-tama yang perlu dilakukan adalah apa yang disebut tahap persiapan. Tahap persiapan inipun terdiri dari beberapa tahapan mulai dari persiapan tempat, pengiriman peralatan pada lokasi, penunjukkan pekerja, sampai pada persiapan akhir.
Pada operasi pemboran digunakan berbagai peralatan pemboran yang terdiri dari beberapa system, seperti hoisting system, rotating sistam, circulating system, power sistem dan BOP system.
Operasi pemboran ( drilling operation ) adalah suatu kegiatan yang merupakan bagian yang terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan lain dalam industri perminyakan.
Pemboran yang dilakukan dewasa ini umumnya dengan prinsip rotary drilling. Pada rotary drilling, pembuatan lubang dilaksanakan dengan memutar dengan memutar bit disertai pemberian beban pada bit oleh beratnya drill collar. Bit ini diputar dari rotary table atau top drive melalui drill string yang merupakan rangkaian drill pipe dan drill collar.

www.duniamigas.com